Selasa, 04 Februari 2014

Mageia 3. Mandriva Linux yang Naik Daun

Baru dengar Mageia? Wajar saja. Distro satu ini memang distro yang bisa saya katakan masih muda. Distro Linux pecahan dari Mandriva ini release tahun 2011. Namun jangan salah, distro satu ini masuk 5 besar distro paling populer di Distrowatch.com saat ini. Versi stabil saat ini adalah Mageia 4 dan baru saja release. Tapi karena saya agak kurang sabar menunggu tanggal release, jadi saya coba dahulu Mageia 3. Seperti apa kehebatan distro yang naik daun ini? mari kita lihat!
Mageia 3 KDE desktop 64bit
Intel Core i7-3612QM 2.10GHz
4GB DDR3 SO-DIMM
Intel Corp. 3rd Gen Core Graphics Controller dan NVIDIA GeForce GT 630M
Aspire V3-471G-52454G75Makk

Installasi :
Seperti biasa, saya mendownload versi DVD agar mendapat file yang lebih lengkap. Tersedia juga live CD dengan berbagai pilihan desktop. Untuk versi DVD juga tersedia dualarch. Maksud dari dualarch adalah file tersebut dapat berjalan dalam komputer berarsitektur 32bit maupun 64bit dengan baik.

Pada tahap installasi instruksi dalam installasi cukup mudah untuk diikuti. Karena saya mendownload versi DVD, saya bisa memilih DE saat melakukan installasi. DE utama yang disediakan adalah Gnome dan KDE. Terdapat pilihan ketiga yang sayangnya tidak saya coba. Menurut site-nya pada pilihan itu terdapat XFCE, Mate, Cinnamon, LXDE, dan yang lainnya.

Pada tahap konfigurasi, Anda harus benar-benar memahami karakteristik dan perangkat apa saja yang anda gunakan dalam komputer anda. Saya berhasil dibuat bingung karena komputer yang saya gunakan terdapat 2 GPU yang bekerja bergantian (switching) saya tidak tahu harus menggunakan yang mana. Saya memilih Intel sebagai GPU utama. Pilihan monitor juga berhasil membuat saya kebingungan. Tidak ada pilihan untuk Acer Aspire 52. Jadi saya memilih Generic Plug n Play.

Juga tersedia pilihan bootloader namun sialnya tidak ada Grub2, Mageia 3 masih menggunakan Grub. OS lain yang terinstall dalam sistem tidak tampak dalam bootloader. Sehingga saya harus menginstall Grub2 dan os-prober. Namun dikatakan bahwa Mageia 4 sudah tersedia Grub2 dalam installasinya.

Tampilan :
Yang saya sayangkan, untuk mengganti background desktop tidak ada pilihan set as wallpaper pada Dolphin saat klik kanan pada gambar yang ingin anda jadikan wallpaper. Anda harus membuka pengaturan desktop untuk mengganti wallpaper.

KDE yang terkenal dengan tampilannya yang paling bagus dari berbagai DE linux tidak terlihat keanggunannya menurut saya. Terlihat begitu sederhana dan minimalis pada distro ini. Widget yang disediakan juga seadanya. Jika merasa kurang puas anda bisa mendownload sesuai dengan selera anda.


Fitur dan Aplikasi :

Terdapat Mageia Control Center yang bertindak sebagai control panel dalam sistem ini. Untuk mengatur media atau repositori dapat dilakukan melalui aplikasi ini. Menu yang ditampilkan cukup rapi dan mudah untuk diikuti. Untuk installasi aplikasi secara graphical tersedia rpmdrake yang memudahkan dalam pencarian dan installasi aplikasi.

Untuk pengaturan proxy dapat dilakukan dengan Mageia Control Center dalam menu Network & Internet > Proxy. Untuk pengaturan proxy pada rpmdrake dan urpmi dapat melalui pengaturan proxy dalam pengaturan media. Namun setelah merubah pengaturan proxy, anda diharuskan untuk logout. Ini cukup merepotkan menurut saya.

Yang cukup merepotkan untuk saya yang suka menonton video, walau Totem masih berjalan memainkan video sistem tetap memasukki screensaver dan mengunci layar. Tentu hal ini cukup mengganggu saat sedang menikmati video kesukaan kita.

Performa :
Dalam startup Mageia 3 memulai dengan cukup cepat. Aplikasi juga cukup enteng untuk dijalankan. Untuk kali ini saya menjalankan Python Richards Benchmark dengan Python 2.7.5 untuk menguji OS ini. Dengan kernel 3.10.24-desktop-2.mga3 (x86_64) menghasilkan :

Richards Bench :
Total time for 10 iterations: 2.17 secs
Average time per iteration: 216.86 ms

Kesimpulan :
Walau masih terdapat kekurangan yang bisa dikatakan masih kurang nyaman, Mageia 3 merupakan distro yang cukup bagus. Dengan usia yang masih muda, distro ini sudah menunjukkan diri sebagai distro yang bagus dan pantas untuk digunakan untuk berbagai keperluan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar