Kamis, 28 Januari 2016

Distro Linux Terbaik Berdasarkan Kategori Pengguna

Banyak yang menanyakan distro apa yang paling bagus dan cocok untuk digunakan. Sayangnya jawaban tuk pertanyaan ini bisa saya katakan relatif. Karena semua tergantung selera dan kebutuhan dari pengguna. Selain itu distro-distro linux dibuat sesuai dengan tujuannya masing-masing dan dengan sasaran pengguna yang berbeda-beda. Sehingga tidak ada jawaban yang pasti untuk mana distro yang terbaik. Di sini saya akan memberikan pendapat saya tentang mana distro yang terbaik untuk anda dengan pengelompokan jenis pengguna yang berbeda untuk referensi anda.


General Desktop User
Pilihan terbaik saya jatuh pada Linux Mint. Dengan Cinnamon Desktop dan dukungan repository Ubuntu memberikan dukungan software maupun hardware yang terbaik untuk pengguna umum. Juga dukungan codec restricted dan software multimedia lebih baik dari Ubuntu memberikan kenyamanan dan kemudahan untuk anda untuk menikmati musik dan video kesukaan anda. Untuk dukungan referensi, Linux Mint merupakan distro Ubuntu-derivative sehingga masih memiliki kesamaan yang tinggi dengan Ubuntu.

Untuk pilihan lain tentu Ubuntu dan derivative lainya seperti Elementary OS, Ubuntu Studio untuk penikmat multimedia, atau Ubuntu dengan rasa DE lain seperti Mate, XFCE, dll. Jika anda suka dengan RPM based, OpenSUSE dengan KDE bisa menjadi pilihan. Korora yang berbasis Fedora juga bisa menjadi pilihan. Dimana Korora merupakan pengembangan lebih dari Fedora dengan tujuan lebih memudahkan pengguna dibandingkan Fedora. Fedora Project dikenal memiliki dukungan software paling mutakhir.

Software Developer
Karena Ubuntu merupakan distro Linux paling populer, maka untuk kategori ini pilihan saya jatuh pada Debian. Dengan dukungan software yang stabil memberikan kemudahan untuk anda dalam mendevelop program anda agar dapat berjalan baik di berbagai versi dan release distro lainnya, dari versi lama hingga yang terbaru. Jika ingin menggunakan distro lain selain Debian pilihlah distro dengan release stabil, semisal CentOS, atau gunakan Ubuntu LTS dan derivative-nya.

Gamer dan Game Developer
Linux game sudah mulai menjamur! Siapa gamer yang tidak kenal dengan Steam? Sehingga untuk kategori ini pilihan jatuh pada Ubuntu. Karena kebanyakan linux game pasti lebih stabil pada Ubuntu. Untuk SteamOS bisa menjadi pilihan jika anda menggunakan Steam Controller atau berbagai hardware dari Steam. Namun jika anda developer linux game, tentu Ubuntu dan derivative-nya menjadi pilihan. Karena berbagai engine seperti Unity lebih dikembangkan pada Ubuntu. Untuk kestabilan pada game yang anda kembangkan, gunakan release LTS.

Hardware Developer
Untuk karegori ini pilihan saya jatuh pada ArchLinux. Dengan dukungan driver rolling release-nya, distro Arch menjadi pilihan sehingga anda mendapatkan dukungan driver paling mutakhir dan terbaru untuk mengembangkan perangkat buatan anda. Namun karena ArchLinux bukan distro yang mudah untuk digunakan, saya menyarankan untuk menggunakan Manjaro atau Arch-based lainnya.



Server
RedHat Linux telah memiliki nama dibidang Server OS baik kestabilan, performa dan fitur-fitur yang mendukung. Untuk itu pilihan saya jatuh pada CentOS yang merupakan versi gratis dari RedHat Linux, dan tentu karena gratis anda tidak mendapat layanan support center seperti RedHat. Jika anda membuat server database, Oracle Linux bisa menjadi pilihan. Berbasis pada RedHat Linux dengan dukungan sofware-software dari Oracle memberikan nilai tambah untuk database server anda. Debian bisa menjadi pilihan dengan kemudahannya dalam referensi dan kestabilan yang juga tidak kalah.





Web Developer
Pertanyaan ini cukup sering saya dengar. Untuk distro yang cocok dalam ketegori ini adalah Fedora atau Korora. Dengan dengan dukungan software yang paling mutakhir dan fleksibilitas yang lebih untuk installasi dan konfigurasi server dibandingkan Ubuntu dan kemudahan juga kenyamanan dalam penggunaan yang lebih dibandingkan CentOS dan Oracle Linux. Pilihan lain adalah OpenSUSE dengan KDE memberikan kemudahan dan tampilan yang lebih fleksible dan kenyamanan saat men-develop web.




Security and Penetration Test
Survei tertinggi pengguna linux di Indonesia pertama kali mencoba berangan-angan bisa menjadi Hacker dengan Linux. Untuk itu kategori ini yang paling favorit! Untuk Kategori ini pilihan saya jatuh pada Kali Linux. Dengan dukungan software penetration test paling baik dan lengkap memberikan kekuatan untuk anda dalam ber-hacking-ria. Ditambah fleksibilitasnya untuk diinstall pada USB stick dengan mode forensic, persistent, atau Bad USB. Juga pada perangkat lain seperti Raspberry Pi dan Google Nexus memberikan anda portabilitas dalam meng-hacking di berbagai tempat dan keadaan.

Pilihan lain adalah Backbox Linux yang merupakan Ubuntu-derivative memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk anda dalam berhacking ria dan berbagai dukungan desktop dibandingkan Kali Linux. Atau Tails OS yang memberikan keamanan dan privasi yang lebih baik. Tails OS menjadi pilihan terbaik menurut kebanyakan Hacker BlackHat. Namun Tails tidak dilengkapi Penetration Test Tools, sehingga diperlukan kemampuan yang lebih dibandingkan menggunakan Kali Linux atau Backbox.


Perlu saya tekankan bahwa distro yang terbaik adalah distro yang cocok untuk anda. Sehingga tidak ada jawaban benar maupun salah karena setiap orang memiliki selera dan kebutuhan yang berbeda-beda. Apa yang saya tulis di sini hanya sebagai referensi dan belum tentu benar menurut anda karena anda punya pendapat, selera, dan kebutuhan yang berbeda dengan saya. Linux punya kelebihan fleksible, sehingga distro apa saja bisa anda kondisikan sesuai dengan kebutuhan anda. Baik sebagai web developer, game developer, hardware atau software developer, hacker, atau yang lain, Ubuntu atau distro apa saja dapat anda gunakan. Jika punya pendapat lain silahkan tuliskan komentar anda :D

3 komentar: